TANGGUNG JAWAB ANAK MENGURUS ORANG TUA YANG SUDAH LANSIA

 TANGGUNG JAWAB ANAK MENGURUS ORANG TUA YANG SUDAH LANSIA

    Setiap manusia akan mengalami masa dilematis yang mana waktu terus berputar seperti usia manusia yang tak akan selalu muda. fase awal berkedudukan sebagai seorang anak yang dijaga oleh orang tua, kemudian menjadi orang tua yang menjaga anak bahkan pada akhirnya akan menjadi anak yang harus dan wajib menjaga orang tua. Mengurus orang tua yang masih hidup dan berada dimasa lansia bukan hanya sebuah keharusan akan tetapi sebuah kewajiban yang harus dipenuhi setiap anak.

    Didalam agama Islam sendiri bakti kepada kedua orang tua telah dihukumi wajib, bahkan yang berani melakukan sikap (Uququl Walidain) "Durhaka kepada kedua orang tua" pasti akan diganjari hukuman berdosa, dan sikap durhaka kepada orang tua merupakan salah satu diantara dosa besar diantara dosa - dosa besar lainnya. Firman Allah Ta'ala :


وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ

لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. (Al-Isra' 23).

    Dalil ini juga yang menjadi alasan kenapa setiap orang tua tidak pernah luput menyampaikan pesan kepada anak - anaknya agar tidak pernah mengatakan "Ah" kepada orang tua manapun. Hal ini menjadi landasan bahwa perkataan yang dianggap sangat ringan ternyata termasuk kedalam sebuah dosa yang jika dibiasakan terus menerus akan menjadi kebiasaan buruk dan mengarah mengarah kepada sikap durhaka kepada orang tua.

    Dalam hadits Nabi juga disebutkan, bahwa Abu Huraihah menyampaikan sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah :

“Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga.”(HR. Muslim).

Sumber : Rumaysho.com

    Dari hadits diatas dapat dilihat betapa nabi sangat menyayangkan setiap anak jika tidak mengambil kesempatan emas untuk berbakti kepada orang tua selagi keduanya atau salah satu diantaranya masih hidup. Bahkan Rasulullah juga menganggapnya hina jika tidak berhasil kesempatan memasuki surga  melalui baktinya kepada kedua orang tua yang masih hidup. Lalu alasan apalagi yang menjadikanmu tidak ingin menanggung jawabi orang tua yang sudah lansia?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIRRUL WALIDAIN